Contoh penggunaan
Alur persetujuan permintaan pembelian
Alur persetujuan permintaan pembelian memastikan kebutuhan, anggaran, dan pemasok diperiksa sebelum pesanan dibuat. Pengaju menjelaskan kebutuhan, atasan mengonfirmasi prioritas, pemilik anggaran menyetujui biaya, dan bagian pengadaan melanjutkan. Catatan persetujuan menjaga keputusan itu tetap bisa ditelusuri sampai tagihan datang dan pembayaran selesai.
- Penulis
- Horulabs
- Terbit
- Diperbarui
Apa itu permintaan pembelian
Permintaan pembelian adalah dokumen internal yang dibuat sebelum organisasi membeli barang atau jasa. Isinya menjelaskan apa yang dibutuhkan, mengapa, berapa perkiraan biayanya, dan kapan diperlukan. Dokumen ini berbeda dari pesanan pembelian, yang baru dibuat setelah permintaan disetujui dan diteruskan ke pemasok.
Karena sifatnya internal, permintaan pembelian sering dianggap ringan. Padahal di sinilah anggaran paling mudah membengkak. Pembelian kecil yang berulang tanpa persetujuan bisa menghabiskan anggaran lebih cepat daripada satu pembelian besar yang diperiksa dengan teliti.
Urutan langkah yang lazim
Urutannya bisa berbeda antar organisasi, tetapi kerangka berikut mencakup pemeriksaan yang paling sering dibutuhkan. Sesuaikan jumlah langkahnya dengan nilai dan sifat pembelian.
- Pengaju menulis kebutuhan, alasan, perkiraan biaya, dan waktu penggunaan.
- Atasan langsung mengonfirmasi bahwa kebutuhan itu nyata dan menjadi prioritas.
- Pemilik anggaran memeriksa ketersediaan dana dan memilih sumber anggarannya.
- Bagian pengadaan memeriksa pemasok, harga pembanding, dan syarat pembelian.
- Pihak berwenang menyetujui sesuai batas nilai yang berlaku.
- Pesanan pembelian dibuat dan nomornya dicatat pada catatan permintaan.
Bila permintaan ditolak atau ditunda, alasannya perlu dicatat. Penundaan karena anggaran berbeda dari penolakan karena kebutuhan tidak mendesak, dan perbedaan itu penting ketika pengaju ingin mengajukan ulang.
Pembagian peran dan batas nilai
Satu orang tidak sebaiknya memutuskan kebutuhan, anggaran, dan pemasok sekaligus. Pemisahan ini bukan ketidakpercayaan, melainkan cara membuat keputusan lebih mudah dipertanggungjawabkan.
| Peran | Yang diperiksa | Keputusan |
|---|---|---|
| Pengaju | Kebutuhan dan perkiraan biaya | Mengajukan |
| Atasan langsung | Urgensi dan kesesuaian dengan pekerjaan | Mendukung atau menolak |
| Pemilik anggaran | Ketersediaan dana dan sumber anggaran | Menyetujui, menunda, atau menolak |
| Pengadaan | Pemasok, harga, dan syarat | Melanjutkan atau meminta pembanding |
| Pihak berwenang | Batas nilai dan risiko | Menyetujui pembelian |
Batas nilai membuat alur lebih cepat. Pembelian rutin di bawah ambang tertentu bisa disetujui satu tingkat, sementara pembelian besar melewati beberapa tingkat. Tetapkan batasnya, tuliskan, dan tinjau setiap kuartal.
Yang perlu dicatat pada setiap permintaan
Catatan yang lengkap di awal menghemat banyak pertanyaan di kemudian hari. Minimal, pastikan dokumen permintaan memuat informasi berikut sebelum masuk ke alur.
- Nomor permintaan, tanggal, dan nama pengaju.
- Deskripsi barang atau jasa yang dibutuhkan, cukup spesifik untuk diperiksa.
- Alasan kebutuhan dan dampaknya bila tidak dipenuhi.
- Perkiraan biaya, mata uang, dan sumber anggaran.
- Pemasok yang diusulkan beserta alasan pemilihannya.
- Tanggal dibutuhkan dan konsekuensi bila terlambat.
Bila permintaan berkaitan dengan kontrak yang sudah ada, cantumkan nomor kontraknya. Bila berkaitan dengan proyek, cantumkan nama proyek. Kaitan ini memudahkan pemeriksaan saat tagihan datang dan saat anggaran ditinjau. Tanpa kaitan itu, tim finance harus menebak apakah tagihan tertentu memang berasal dari permintaan yang pernah disetujui.
Menghubungkan permintaan, pesanan, dan tagihan
Tiga dokumen ini sering diperlakukan terpisah, padahal nilainya justru muncul saat dihubungkan. Permintaan menjelaskan mengapa biaya perlu ada. Pesanan mencatat apa yang disepakati dengan pemasok. Tagihan menagih apa yang sudah dikirim.
Bila ketiganya terhubung, tim finance bisa mencocokkan tagihan dengan pesanan dan permintaan yang disetujui. Bila tidak terhubung, setiap tagihan harus diperiksa dari awal, dan pembelian yang tidak pernah disetujui bisa lolos ke pembayaran.
| Dokumen | Pertanyaan | Disetujui oleh |
|---|---|---|
| Permintaan pembelian | Apakah biaya ini perlu? | Atasan dan pemilik anggaran |
| Pesanan pembelian | Apa yang disepakati dengan pemasok? | Pengadaan dan pihak berwenang |
| Tagihan | Apakah yang ditagih sudah diterima? | Penerima dan finance |
Bila salah satu dokumen hilang, catatan persetujuan tetap membantu. Setidaknya bisa diketahui siapa yang menyetujui dan kapan, sehingga pencarian tidak dimulai dari nol. Simpan nomor ketiga dokumen di satu tempat agar rantainya mudah diikuti saat audit.
Catatan yang bisa diperiksa tanpa akun.
Bukti yang harus tersisa setelah pesanan dibuat
Setelah pesanan dibuat, simpan permintaan yang disetujui beserta riwayatnya. Catatan persetujuan yang disegel memuat sidik dokumen, urutan keputusan, dan cap waktu. Bila dokumen berubah setelah persetujuan, sidiknya tidak akan cocok lagi.
Untuk keperluan audit, lengkapi dengan nomor pesanan, nomor kontrak bila ada, dan bukti penerimaan barang. Rangkaian ini memungkinkan auditor mengikuti alur dari kebutuhan sampai pembayaran tanpa menebak.
Apa yang tidak diselesaikan alur ini
Alur persetujuan tidak menilai apakah harga pemasok wajar, tidak menjamin barang tersedia, dan tidak menggantikan pengadaan yang kompeten. Alur hanya memastikan keputusan diambil oleh orang yang tepat dan tercatat.
Segel juga bukan sistem pengadaan dan bukan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Segel menjaga bukti persetujuan dan keutuhan dokumen di sekitar keputusan itu.
Bila permintaan berujung pada perjanjian.
Tahap berikutnya saat tagihan datang.
Paket gratis cukup untuk satu alur penuh.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya permintaan pembelian dan pesanan pembelian?
Permintaan pembelian adalah dokumen internal yang menjelaskan kebutuhan sebelum pembelian disetujui. Pesanan pembelian dibuat setelah persetujuan dan dikirim ke pemasok. Permintaan menjawab mengapa biaya perlu ada, pesanan mencatat apa yang disepakati.
Siapa yang harus menyetujui permintaan pembelian?
Minimal atasan langsung dan pemilik anggaran. Untuk nilai besar atau pembelian baru, tambahkan pengadaan dan pihak berwenang sesuai batas nilai yang berlaku. Pengaju sebaiknya tidak menjadi satu-satunya approver.
Apakah setiap pembelian kecil perlu persetujuan?
Tidak harus setiap pembelian, tetapi sebaiknya ada ambang nilai yang jelas. Pembelian rutin di bawah ambang bisa disetujui satu tingkat, sementara pembelian di atas ambang melewati alur penuh.
Bagaimana bila permintaan berubah setelah disetujui?
Buat versi baru dan minta persetujuan untuk perubahan yang menyentuh biaya, ruang lingkup, atau pemasok. Versi lama tetap disimpan agar perubahannya bisa ditelusuri.